Menerapkan Sistem FEFO (First Expired First Out) untuk Perusahaan Farmasi dan Food Beverage. FEFO atau first expired first out apabila diartikan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti “yang pertama kadaluarsa, yang pertama dikeluarkan”. Apabila dijjabarkan secara lebih lanjut, maka sistem ini memiliki arti bahwa barang yang terlebih dahulu akan mengalami kadaluarsa, maka barang tersebutlah yang harus dijual terlebih dahulu.

Sistem FEFO ini merupakan sistem atau istilah yang umum dalam manejemen pergudangan. Selain FEFO sendiri, masih ada dua sistem lain yang dikenal untuk manajemen pergudangan seperti di bawah ini:

  • LIFO (Last in first out) atau barang terakhir adalah barang yang pertama dikeluarkan dimana sistem ini jarang sekali diaplikasikan
  • FIFI (First in first out) atau barang yang pertama kali datang haruslah menjadi barang yang pertama kali dikeluarkan.

Konsep yang dimiliki oleh FIFO ini sejalan dengan konsep FEFO dimana mementingkan barang yang memiliki masa kadaluwarsa paling dekat agar dikeluarkan terlebih dahulu sehingga tak akan mubadzir atau menjadi kadaluarsa di gudang.

FEFO sendiri sering digunakan dalam beberapa jenis industry atau bisnis. Salah satunya adalah untuk perusahaan di bidang farmasi.

Ilustrasi Penerapan Sistem FEFO untuk Perusahaan Farmasi

Menerapkan sistem FEFO memang tak mudah karena dibutuhkan ketelitian dan keakuratan data. Namun, tentu memiliki sistem ini untuk manajemen gudang sebuah perusahaan farmasi akan sangat bermanfaat dimana barang dapat dijual secara efektif dan tak ada yang akan dibiarkan kadaluarsa begitu saja di gudang.

Untuk ilustrasi, berikut adalah contoh yang mungkin bisa menjadi patokan:

Misalnya saja di Gudang Kota A terdapat stock barang berupa obat obatan dengan masa kadaluwarsa atau expired date yang sudah dekat. Taruhlah masa kadaluwarsanya hingga akhir tahun 2018 dan barangtersebut tersedia sebanyak 1000 botol. Kemudian, kebutuhan di kota A tersebut hanyalah sekitar 500 botol atau separuhnya saja sedangkan di Kota B terdapat obat dengan merek yang sama namun dengan masa kadaluwarsa yang lebih mala semisal bulan Mei 2021. Stock yang tersedia di Kota B pun sebanyak 1000 botol dan kebutuhan di Kota B akan obat tersebut sebanyak 500 botol pula.

Untuk kasus ini, sistem FEFO dapat diterapkan dengan cara mendistribusikan sisa stock obat tersebut yang ada di Kota A ke Kota B dimana stock tersebut haruslah dieksekusi di tahun tersebut juga meskipun memang stock tersebut datang belakangan di kota B. Mengapa? Hal ini untuk mensiasati masa kadaluwarsa yang memang sudah dekat. Barulah setelah stock dari obat obatan dengan masa kadaluwarsa yang lebih dekat itu habis akan digantikan dengan stock obat baru yang memiliki masa kadaluarsa lebih lama atau dalam ilustrasi ini hingga bulan Mei tahun 2021.

Cara yang sama juga bisa diterapkan apabila anda menjalankan bisnis di bidang food and beverage atau makanan dan minuman. Memang, barang barang yang beredar dalam bisnis makanan, minuman dan obat obatan memiliki masa edar terbatas yang harus dipikirkan peredarannya sehingga masyarakat tak akan mendapatkan barang yang sudah kadaluwarsa sementara di lain sisi perusahaan yang menjalankan bisnisnya pun tak akan mengalami kerugian.

Cukup mudah bukan? Untuk memudahkan menjalankan sistem FEFO ini sangat disarankan agar anda mencatat dengan akurat mengenai stock barang dan juga masa kadaluwarsanya masing masing. Degan begitu, bisnis akan dapat berjalan dengan baik karena masyarakat mendapatkan barang dengan kualitas tinggi.

Related Posts

Leave a Comment

WhatsApp